psis, pkt bontang, dan industri sepakbola nasional

8 Juni, 2009

sedikit berita basi, malam minggu kemarin saya menonton pertandingan antar ps pkt bontang  melawan psis semarang yang berlangsung di stadion mulawarman pkt. pertandingang berlangsung sedikit tak berimbang. singkat cerita pertandingan berakhir 3-0 untuk kemenangangan pkt bontang.

nasib psis untuk musim ini sepertinya memang sangat mengenaskan. terlepas dari kepastian degradasi ke divisi utama, bayangkan, pada saat pertandingan di bontang kemarin, psis hanya membawa 11 pemain plus 3 official. tidak ada pemain cadangan. tentunya keputusan ini di dasarkan pada kondisi financial psis yang memang „tidak ada“. konon untuk biaya menginap hotel saja satu orang tidak lebih dari 200 ribu rupiah. dan tentu saja di bontang dengan sejumlah uang tersebut sangat sulit mencari tempat menginap yang cocok. walaupun toh akhirnya mereka menginap di hotel bintang sintuk di kompleks pkt. hal ini juga lebih di karenakan adanya pihak „sponsor lain-lain“.

nasib yang kurang lebih sama di rasakan pkt bontang. walapun bisa di katakan sedikit lebih baik jika di bandingkan dengan psis. gaji pemain ps pkt bontang bisa di katakan tidak pernah telat. meskipun kondisi internal pkt bontang sendiri juga sudah kempas-kempis. gosip yang beredar per tanggal 13 juni 2009 besok, kontrak pemain pkt bontang di pastikan sudah di lepas. hanya tiga hari setelah pertandingan terakhir melawan pelita di mulawarman. keputusan ini terpaksa di ambil pihak manajemen mengingat kepastian nasib pkt bontang di liga super tahun mendatang juga masih belum pasti. walaupun kondisi paling terakhir pkt bisa dipastikan bertahan di liga super untuk tahun depan. ternyata hal ini belum bisa menjadi jaminan. yang jelas kalau sampai pkt bontang degradasi hampir 99% akan di bubarkan. pihak pkt sendiri sepertinya akan melepas, sedangkan pihak pemkot bontang sendiri belum ada kepastian akan mengambil alih.

mengingat sejarah kedua tim dari jaman galatama sampai sekarang, saya rasa sangat di sayangkan jika saja nantinya kedua tim ini harus bubar. terlepas dari segala konflik kepentingan yang ada di dalamnya, saya sangat berharap semoga ada pihak sponsor laen yang segera mengambil alih kedua team sepakbola tanah air tersebut. sudah saatnya sepakbola indonesia berubah menjadi industri, bukan sekedar hobi para pejabat.

ah, bicara dan berkomentar memang gampang, karena prakteknya tidak segampang itu, bahkan jauh lebih sulit.

2 Antworten zu “psis, pkt bontang, dan industri sepakbola nasional”

  1. paris Sagt:

    para elit di BLI menginginkan klub-klub sepak bola indonesia seperti klub eropa yang notabene bisa mandiri. Langkah BLI memaksa klub-klub tersebut untuk bisa mandiri sangat bagus, sayangnya dari kalangan klub sendiri kewalahan untuk bisa mandiri terutama dari sisi keuangan. Contoh saja PSIS, hampir semua anggaran keuangan bergantung pada APBD Semarang. Okelah beberapa tahun silam PSIS berjaya baik dari sisi prestasi maupun keuangan tapi ada gosip2 keuangan PSIS kala itu disokong oleh bandar togel populer waktu itu.

    Ini pelajaran buat klub2 di indonesia, kalo keuangan ngga sanggup ngapain juga jor-joran nggaji pemain setinggi langit, padahal kulaitas pemain masih jauh dari standar … ckckckck

  2. mybrainsgrowell Sagt:

    berarti kita hidupkan lagi togel di jateng? hehe..


Eine Antwort schreiben