Archiv für Juni, 2009

Ekstrim Kuliner: Sate Buaya@Samarinda

17 Juni, 2009

Hari Sabtu kemarin (14/06/2009) saya berkesempatan mengunjungi kembali Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur itu. Perlu saya tegaskandi sini, karena seringkali banyak orang yang salah kaprah mengenai ibukota Kalimantan Timur ini, banyak orang menganggap Balikpapan adalah ibukota Kalimantan Timur. Samarinda dan Balikpapan kurang lebih 2 jam saja dengan berkendara mobil.

Di kota yang di lintasi sungai Mahakam ini saya cukup kesulitan menemukan tempat wisata yang bisa saya kunjungi. Tempat yang biasa saya kunjungi adalah Mall Lembuswana dan SCP, dua mall yang ada di Samarinda. Mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi di Samarinda akan bertambah dua mall lagi, dengan hadirnya Citraland City Samarinda dan yang sedang di bangun di depan Hotel Mesra, saya tidak tahu namanya apa nanti, karena sepertinya pemiliknya juga sama dengan Hotel Mesra. Di hotel ini pula saya menginap selama semalam. Jika anda berksempatan berkunjung ke Samarinda, saya merekomendasikan untuk menginap di hotel ini. :D

Hotel Mesra

Hotel Mesra

Singkat cerita pada malam minggu akhirnya saya di ajak Om saya keluar, tidak tanggung-tanggung, saya di ajak untuk mencoba sate buaya. Lokasinya di dekat SPC, saya lupa nama restorannya. Rasanya mirip dengan daging ayam, mungkin karena tiap hari di beri makan ayam. Haha…

Sate Buaya

Sate Buaya

Dengan kondisi gigi saya yang sedang di kawat, saya cukup kesulitan. Ini lebih di karenakan daging buaya-nya cukup keras. Kalo alot se enggak. Mengenai harga dari sate buaya ini berapa saya tidak tahu, maklum gratisan. Hehe…

Satu porsi terdiri dari 10 tusuk sate. Satu sunduk kurang lebih 5-7 iris daging buaya.  Sayang penyajianya cukup lambat, masak pertama kali yang di sajikan ke meja adalah bumbu sate, baru kemudian setelah kurang lebih 20 menit, nasi putih baru di hidangkan, baru 10 menit kemudian „buaya“-nya muncul. Itu kan kurang ajar sekali, apalagi perut saya sudah keroncongan dari sore hari. Masak saya harus ngemil bumbu sate.

Well, saya tidak mau berdebat soal haram dan halalnya daging buaya. Karena saya sendiri baru menyadari telah menyantap buaya setelah selesai makan. :lol:

my new toy

9 Juni, 2009
2995081266_71fb7acd50_m

canon eos 450d

new toy :lol:

psis, pkt bontang, dan industri sepakbola nasional

8 Juni, 2009

sedikit berita basi, malam minggu kemarin saya menonton pertandingan antar ps pkt bontang  melawan psis semarang yang berlangsung di stadion mulawarman pkt. pertandingang berlangsung sedikit tak berimbang. singkat cerita pertandingan berakhir 3-0 untuk kemenangangan pkt bontang.

nasib psis untuk musim ini sepertinya memang sangat mengenaskan. terlepas dari kepastian degradasi ke divisi utama, bayangkan, pada saat pertandingan di bontang kemarin, psis hanya membawa 11 pemain plus 3 official. tidak ada pemain cadangan. tentunya keputusan ini di dasarkan pada kondisi financial psis yang memang „tidak ada“. konon untuk biaya menginap hotel saja satu orang tidak lebih dari 200 ribu rupiah. dan tentu saja di bontang dengan sejumlah uang tersebut sangat sulit mencari tempat menginap yang cocok. walaupun toh akhirnya mereka menginap di hotel bintang sintuk di kompleks pkt. hal ini juga lebih di karenakan adanya pihak „sponsor lain-lain“.

nasib yang kurang lebih sama di rasakan pkt bontang. walapun bisa di katakan sedikit lebih baik jika di bandingkan dengan psis. gaji pemain ps pkt bontang bisa di katakan tidak pernah telat. meskipun kondisi internal pkt bontang sendiri juga sudah kempas-kempis. gosip yang beredar per tanggal 13 juni 2009 besok, kontrak pemain pkt bontang di pastikan sudah di lepas. hanya tiga hari setelah pertandingan terakhir melawan pelita di mulawarman. keputusan ini terpaksa di ambil pihak manajemen mengingat kepastian nasib pkt bontang di liga super tahun mendatang juga masih belum pasti. walaupun kondisi paling terakhir pkt bisa dipastikan bertahan di liga super untuk tahun depan. ternyata hal ini belum bisa menjadi jaminan. yang jelas kalau sampai pkt bontang degradasi hampir 99% akan di bubarkan. pihak pkt sendiri sepertinya akan melepas, sedangkan pihak pemkot bontang sendiri belum ada kepastian akan mengambil alih.

mengingat sejarah kedua tim dari jaman galatama sampai sekarang, saya rasa sangat di sayangkan jika saja nantinya kedua tim ini harus bubar. terlepas dari segala konflik kepentingan yang ada di dalamnya, saya sangat berharap semoga ada pihak sponsor laen yang segera mengambil alih kedua team sepakbola tanah air tersebut. sudah saatnya sepakbola indonesia berubah menjadi industri, bukan sekedar hobi para pejabat.

ah, bicara dan berkomentar memang gampang, karena prakteknya tidak segampang itu, bahkan jauh lebih sulit.