Archiv für April, 2009

berburu sunrise dan sunset di sulawesi utara

30 April, 2009

setelah malamnya kita trekking di taman nasional tangkoko. pagi paginya begitu subuh menjelang kita bertiga buru buru masuk „hutan lagi“ menuju ke arah pantai untuk tentu saja berburu „sunrise„.  nama pantainya kalau tidak salah adalah pantai batu putih. sesuai dengan nama daerahnya. kenapa bisa di namakan batu putih? saya tidak tahu, dan dengan bodohnya tidak sempat bertanya ke penduduk lokal, tidak juga saya temukan batu putih di sepanjang pantai tersebut. yang ada adalah hamparan pasir hitam. tapi pasir hitamnya tidak seperti di parangtritis. pasirnya gede-gede. lebih mirip batu batuan dengan ukuran sangat kecil tapi bagus dan berasa „enak“ untuk di injak-injak.

kami sangat kecewa ketika di tengah perjalanan, tiba tiba hujan datang. cukup deras, dan terpaksa harus mampir untuk berteduh. sempat pesimis karena begitu hutan reda keadaan sudah cukup terang. dengan prediksi tidak dapat sunrise segera kami pun segera berlari ke arah pantai. yahaha.. matahari masih merah merah di ujung sana. beruntunglah kami.

2900278258_bf0a046309_o

siang harinya kami bertiga segera berkemas untuk ke manado, dengan harapan dapat menikmati sunset di teluk manado. setelah berdebat di jalanan cukup lama soal hotel yang akan kita tempati, akhir nya mereka menuruti kemauan saya untuk menginap di hotel ritzy, tentu saja setelah saya paksa rayu. kenapa saya paksa rayu? karena kita sudah menggembel 3 hari 2 malam. malam terakhir harus sedikit beda gaya. biar bisa pulang dengan tenang. lebay. sepertinya sudah menjadi aturan tidak tertulis buat saya, kalau backpacker ala gembel, hari terakhir pokoknya sebisa mungkin sedikit manja. hahay..

p1030260

sialnya manado sore itu di selimuti awan tebal. setelah kita tunggu sampai saat nya tiba. tetep aja sunrise-nya gak nongol. sial sekali. setelah benar-benar gelap. dengan langkah berat, akhirnya kita menujul manado mall. mencari warung kopi terdekat.

p1030270

puas memperhatikan gadis gadis manado yang mondar mandir di mall, kami segera menuju jalan wakeke, untuk berwisata kuliner. tentu saja kami menuju tempat makan yang paling rame. dengan harapan di situlah tempat makan yang menyajikan masakan paling enak. saya ngotot pesan bubur manado, karena malam tersebut adalah malam terakhir di manado dan pagi harinya sudah harus di bandara, sedangkan saya belum mendapatkan satu ‘b’ pun. sialnya lagi bubur manado nya sudah habis, kalau mau harusnya tadi sore antara jam 2 sampai jam 4. saya lupa nama tempatnya, dan meskipun sudah malem, pengunjungnya masih tetep rame. rata-rata mereka cuman numpang ngenet buat buka facebook. dasar anak muda jaman sekarang!

meskipun sudah lemes, dan kaki tertatih-tatih kami segera kembali ke hotel, pikir kami di hotel pasti ada yang namanya bubur manado meskipun kami pesan jam 1 pagi pun. ok. kita berhasil pesan. meskipun lama sekali datangnya.

p1030315

selesai makan rombongan kasal dan gubernur sulut datang. dan kami pu segera menyambut mereka dengan cabut ke lantai atas. di lantai dua paling tidak kami bisa berhahahihi dengan lebih tenang.

-end post-

Trekking di Taman Nasional Tangkoko

22 April, 2009

pada kesempatan liburan di manado kemarin, tujuan utama kita adalah untuk melihat tarsius di taman nasional tangkoko, yang merupakan habitat asli dari monyet terkecil di dunia ini. kami memutuskan untuk trekking ke dalam hutan pada sore hari kurang lebih jam lima sore waktu setempat. trekking juga bisa juga di lakukan pagi hari sebelum matahari terbit. tarsius bersifat nokturnal, sehingga untuk melihatnya keluar di lakukan pada malam hari. setelah berjalan cukup lama dan  melelahkan sampai napas yang terengah engah menghirup oksigen,  akhirnya kami berjumpa dengan dua orang turis dari inggris yang sedang be Den Rest des Beitrags lesen »

Manado: 4 B

15 April, 2009

salah satu hal yang menyenangkan ketika mengunjungi tempat baru adalah bercakap-cakap dengan penduduk lokal. pada saat di bandara sam ramtulangi, kami bertemu dengan salah satu pendatang yang sudah lama tinggal di manado. dia bilang belum lengkap rasanya datang ke manado kalau belum merasakan 4 b: bubur, bibir, bunaken, dan babi.

bubur

bubur

bubur manado sangat terkenal. hampir setiap hotel berbintang menyediakan menu ini. di bontang pun ada beberapa warung yang menjual masakan ini. isinya terdiri dari bubur itu sendiri, di tambahkan dengan jagung, beberapa sayuran, dan bumbu rempah yang beragam. saya baru kesampean menyantap bubur ini pada saat malam terakhir di manado. itupun setelah menelusuri jalan wakeke yang terkenal untuk wisata kuliner. dan ternyata bubur tersebut telah habis semua. waktu yang tepat adalah pada sore hari kurang lebih jam dua sampai jam lima sore waktu setempat. akhirnya saya berhasil mendapatkan bubur manado ini di restoran hotel.

bibir

kalau ada yang bilang perempuan manado itu cantik cantik, saya akan mengangguk saja. tidak sulit menemukan perempuan cantik di kota ini. saya tidak perlu saya jelaskan lebih jauh. you know lah! jadi jika anda sedang dalam perjalanan dari bandara ke kota manado, biasanya pak sopir akan bilang: „mau di kenalin?“. OK. that’s the signal. anda akan di antar ke „TKP“. itu menurut cerita seorang warga manado di bandara yang saya temui. saya sendiri belum membuktikannya. sopir yang mengantarkan kami sendiri tidak „menawarkan“. perempuan di sini sangat modis. saya lupa peribahasa penduduk setempat, yang menggambarkan kondisi ini.

p1030276

gambar di atas saya ambil di sebuah mall di manado. yang terlintas di bayangan saya adalah aksi tembak menembak ala koboi bakal segera terjadi. mungkin si bapak ke mall bawa kuda juga. yihaaaa… (baju-nya berbahan bludru lo..)

bunaken

siapa yang belum pernah dengar bunaken? beberapa pihak bahkan mengklaim bunaken sebagai tempat terbaik untuk menyelam. saya sendiri tidak sempat ke bunaken. karena waktu yang sangat mepet, dan tentu saja, bunaken bukan tempat tujuan kami di manado. mungkin di lain kesempatan.

babi

jika anda ke pasar lokal setempat, tidak akan sulit buat anda untuk menemukan jenis daging satu ini. pada kesempatan kemain kami sempat melihat satu anjing guling utuh yang di jual di pasar. biasanya juga terdapat jenis daging lain, seperti misalnya, kelelawar, kucing, monyet, tikus dan ular. tidak sulit juga menemukan waroeng makan yang menjual aneka masakan „aneh“, seperti misalnya: paniki, rusuk babi bakar/goreng, babi tore, babi rica, RW, ragey/sate Ba’, dll.

pig3

sempet ada joke pada saat saya di batu putih. mereka bilang:

- „di laut, hanya kapal laut saja yang tidak kami di makan“

- „yang terbang, hanya kapal terbang saja yang tidak kami di makan“

- „yang berkaki empat, hanya meja kursi saja yang tidak kami di makan“

- „yang merayap, hanya kereta api saja yang tidak kami di makan“

haha.. cukup lucu menurut saya. penduduk di sini juga gemar minum. apalagi ketika ada suatu hajatan penting. pada kesempatan kemarin kami sempat di jamu dengan sebotol minuman „cap tikus“, sejenis minuman beralkohol, produksi setempat, teman saya bilang rasanya mirip shake.

dari „empat b“ di atas saya baru kesampean b untuk bubur. mungkin di kunjungan berikutnya, nyobain bibir sepertinya menarik.  hohohoho…

ana tutuge…

pemilu besok pagi

8 April, 2009

saya tidak akan nyoblos besok pagi. (eh, nyontreng maksudnya). maaf, bukan tidak ingin atau berniat golput, namun karena saya memang tidak tercatat di daftar pemilih. padahal sudah sejak bulan agustus saya ber-ktp sini.

seorang teman bilang bahwa kita (karena kita rame rame bikin ktp-barengan) belum tercatat sebagai pemilih karena kpu masih menggunakan data lama. *wtf*.  dari penuturan salah satu mantan caleg pemilu tahun 2004, bahwa pak rt di tempatnya beliau tidak mendapatkan-istilahnya-tembusan dari kpu setempat. katanya kpu hanya mengandalkan data dari bps. *wtf*. katanya lagi (maaf): „kpu-nya ongkang ongkang saja!“.

menurut pengamatan saya pribadipemilu kali ini sepertinya memang sangat mengecewakan. banyak sekali keanehan di sana sini. kpu pusat sendiri nampak terlalu hati hati dalam mengambil keputusan. pikir saya meraka takut masuk bui nantinya. apalagi dari pengalam tahun 2004, banyak dari anggota kpu yang akhirnya masuk penjara.

saya sendiri tidak akan protes karena tidak terdaftar. saya tidak ngedumel atau menggerutu. rasanya biasa saja. karena seandenya-pun terdaftar, pastinya saya akan kesulitan di bilik pemilih, bingung yang harus saya pilih siapa. ah, keuntungan buat saya, karena satu kepusingan saya berkurang.

update dari saya: insyaallah besok siang saya akan berangkat ke manado. sedikit melarikan diri dari rutinitas harian. doakan saya, ya!