Archiv für August, 2008

berseluler. amankah?

29 August, 2008

callhari ini siapa se yang ndak pernah telepon, tidak hanya dua atau tiga menit malahan, bahkan sampai berjam-jam. dan didukung iklan-iklan dari operator seluler yang super bombastis. yah, bayangpun „ngobrol sampai pagi“, „ngobrol sampai ndower“, „ngobrol tanpa bayar“, dll.

bahkan sekarang ini tidak hanya satu biji  hp yg kita miliki, mungkin 2 atau 3 biji. saya sendiri masih mau menambah satu biji lagi. :D . namun ternyata pengaruh penggunaan telepon seluler ini terhadap kesehatan ternyata masih terus dipertanyakan dan di perlukan penelitian lebih lanjut.

baca majalah tempo edisi minggu ini (25-31agustus 2008 hal 100), ada beberapa tips untuk berseluler yang aman:

  1. gunakan seperlunya. yang ini tentu saja benar sekali, di butir butir pancasila kita juga sudah di ajarin agar tidak boros
  2. tunggu sampai panggilan tersambung baru tempelkan telepon di telinga. yang ini masih susah, apalagi kalo nada deringnya bagus.
  3. jauhkan telepon seluler dari anak anak karena otak mereka masih berkembang dan lebih rentan terhadap radiasi. masi sd kok dah pake hape
  4. jangan gunakan pentutup telepon berbahan metal karena bisa memerangkap radiasi dan memantulkannya ke pemakai. tau de, fisika bgt keknya
  5. jangan menelepon ketika sinyal lemah, karena sel otak akan bekerja lebih keras. yang ada kita bakal teriak-teriak ndak jelas. ngabisin energi juga.
  6. jauhkan telepon yang sedang aktif dari tubuh bagian bawah karena lebih mudah terpapar radiasi. jumlah sperma, misalnya, bisa menurun hingga 30 persen. klo sama hubungannya sama sel telur kurang tahu de.. :D
  7. saat membeli telepon cek tingkat SAR (spesific absorption rate/ tingkat penyerapan spesifik). semakin rendah SAR-nya, semakin rendah penyerapan radiasinya. yang ndak tau juga, ndak pernah merhartiin.

jadi, selamat berseluler!

ikut2an ngomong soal nasionalisme ah,

18 August, 2008

malam minggu kemarin (16/08/2008) pada acara pembukaan acara pembukaan kejuaraan futsall antar sma se-bontang, ada satu bagian menyanyikan indonesia raya. saya sebagai salah satu pantia dan sebagai salah satu diantara sekian ratus juta warga negara indonesia merasa kesal. bayangpun, ketika para hadirin di mohon kesediaanya untuk berdiri mereka tidak berdiri, bayangpun, kita akan menyanyikan lagu indonesia raya. lagu kebangsaan kita. kenapa ndak bangga se?

memang mereka yg hadir sebagai penonton rata rata kelahiran antara 90-93. abg abg begitulah. entah males atau kenapa. banyak juga diantara penonton yang hanya dudu duduk saja, ikut bernyanyi saja tidak.

apakah nasionalisme itu memang hanya untuk kakek kakek kita atau bapak ibu kita? saya rasa tidak. mungkin harus ada mata pelajaran khusus kalee ya. „hasyah, ppkn aja dulu ndak pernah dapet nilai bagus“

sangat kontras dengan yang saya rasakan malam itu. satu hari sebelumnya saya chatting dengan kawan di malengsia sono. di sana keknya malah lebih seru. ya.. dengan urunan 300 rm (eh 300 apa 400 ya? lupa), mereka sepertinya mau mengadakan acara 17 agustus dengan cara mereka sendiri. sepertinya sangat menyenangkan (itu yang di gambarkan teman saya. seru). dan kawan kawan di malengsia sono itu juga umurnya masi ndak jauh beda (rata2 kelahiran 88-90).

jadi apakah kita harus ke luar negeri dulu untuk bisa merasakan semangat 17 agustus? atau harus dapet medali emas dulu di olimpiade? „edan“

entahlah.. saya sendiri malah chatting/browsing/coding pas upacara bendera kemarin. setidak-tidak nya topik chatting saya masih seputar emas indonesia di olimpiade. masih nyangkut isu nasionalisme bukan?

sayang sekali tidak ada lomba chatting dalam rangka 17 agustus. mungkin saya bisa juara. atau seperti kata kawan: „17an lomba coding ya?“. :lol:

oh ya. saya juga turut mengucapkan selamat ulang tahun untuk ibu saya. ya. hari ini adalah ulangt ahun ibu saya. mom, happy birthday!

mybrainsgrowell with tarik el janaby

17 August, 2008

tarik el janaby

tarik el janaby. a moroccan international football player. now playing in indonesian super league with ps pkt bontang. last night he came as guest on pupuk kaltim futsall competition. a futsall competition for senior high scholl in bontang. last night he also show his awesome skills.

duuut!!!

10 August, 2008

saya tergelitik dengan tulisan butet kertardjasa di kompas edisi 9/agustus/2008 kemarin. judulnya „menunggu capres (ma’af) kentut“.  di situ di tuliskan

„bagaimana mengukur kualitas cinta pacar kita?“

„kalau dia sudah berani (ma’af) kentut di depan kita!“

guyonan diatas di lontarkan ashadi siregar (ahli komunikasi sekaligus penulis novel cintaku di kampus biru). hmm.. di situ di sebutkan kalau kentut secara etis nilainya pasti jeblok, tetapi secara kesehatan nilainya 8, dan menurut „ilmu asmara“ nilainya 10. soalnya justru ketika rasa malu dan rasa sungkan sudah ditanggalkan, saat itulah sebenarnya totalitas dan keutuhan cintalah yang di hadirkan (hasyah.. ). sudah tak ada lagi jarak. semua sudah hadri polos tanpa menyembunyikan aib dirinya.

hmm.. saya jadi merenung sejenak, pernahkah ada diantara pacar-pacar saya itu yang kentut di depan saya? :) )

rasanya belum. lah emang kapan pacarannya? :) )

jadi sudahkah anda kentut didepan pacar anda hari ini? kalau iya (dan sering) anda memang tidak tahu malu. :) )

duuuuuttt!!!

manusia-data, pemimpin-data

6 August, 2008

Emha Ainun Madjid: Kiai Bejo, Kiai Untung, Kiai Hoki; hal 61-63
Manusia-Data, Pemimpin-Data

manusia belum tentu konstan berlaku sebagai manusia, bisa juga-pada momentum tertentu, pada kondisi psikologis tertentu, pada situasi perhubungan sosial tertentu, pada peristiwa tertentu-berlaku sebagai monster, kanibal, hewan, setan, atau iblis.

pemimpin belum tentu pemimpin, ia bisa juga seorang pemberang yang culas. tokoh belum tentu tokoh, bisa juga ia seorang eksploitator yang penuh nafsu. panutan belum tentu panutan, ia juga bisa menjadi seorang penunggang dan kita kudanya.

cendekiawan belum tentu cendekiawan, bisa juga ia manipulator logika dan kebenaran ilmu. ulama belum tentu ulama, bisa juga ia tidak berbeda dengan blantik atau preman. orang hidup musti sangat berhati-hati, penuh kewaspadaan pikiran dan kerendahan hati, supaya tidak terlalu sengsara dan luka parah.

didalam budaya islam, bahkan orang yang menguasai ilmu agama islam belum tentu seorang muslim. orang yang pintar mengaji belum tentu berkelakukan baik. orang yang sedikit-sedikit beristighatsah dan bersholawat belum tentu gerakanya itu ada kaitan murni dan substansial dengan makna istighasah dan shalawat. orang pakai peci, surban, jilbab dan tasbih, belum tentu orang yang saleh.

ada yang namanya islam-data. khasanah ilmu dan wacana pengetahuan islam dimasukkan ke dalam hard-disk di otak seorang sebagai directories of data. seluruh isi al-quran, dengan software program yang sederhana, tidak memerlukan lebih dari 1 MB. atau katakanlah bahwa seluruh ilmu dan pengetahuan yang menyangkut islam-dari kandungan teologi, filosofi, ushulul-fiqh dan fiqh, semua hasil ijtihad dan apa saja-hanya memerlukan tidak lebih dari, sebutlah, 1 giga-byte.

sedangkan otak manusia memiliki kelapangan memori dan kecanggihan operasional yang beratus-ratus atau bahkan beribu-ribu persen melebihi kapasitas komputer yang paling mutakhir dengan segala jenis software-nya.

seluruh data islam di dalam diri seseorang bisa tersimpan begitu saja, dan tidak pasti loading pada operasional hati, batin, psikologi, kepribadian dan perilaku sosialnya. singkat kata, orang yang sudah membaca syahadat belum tentu sudah „bersyahadat“. orang yang sudah mengucapkan sesuatu tidak dijamin sudah melakukannya.

kalau kita mengukur keislaman seseorang berdasarkan peta data simboliknya-katakanlah setia data islam di otak seseorang kita kasih ekstension “ .isl“, maka bisa saja pakaian sosial dan budaya seseorang penuh dengan dot isl, dot isl: tetapi itu tidak otomatis berarti ia seorang muslim yang memberlakukan pada dirinya kesalehan atau kepemelukan empiris yang teguh di dalam kehidupan nyatanya.

apalagi „wajah“ seorang tokoh bisa kita masukkan ke photoshop atau corelpaint, kita manipulir melalui berbagai macam menu yang tesedia, maka nanti-melalui laulintas pengolahan di RGV, Indexed Colour, CMYK, kita ciptakan layers, di mana wajahnya yang cacat bisa kita hapus, teksture-nya yang kasar bisa kita perhalus, ketersentuhannya dengan gambar kiri kanan yang „tidak kondusif“ bisa kita cropping. kita bisa bikin image scenario dengan blur, distort, pengubahan piksel dsb.

lantas kita printout dan kita sebar ke masyarakat luas dan membuat khalayak terkagum-kagum. kalau yang kita sosialisasikan sekadar gambar, masih bisa diinvestigasi: apakah yang memangku dan dipangku itu orisinal ataukah animasi komputer. tetapi kalau gambar yang kita maksud adalah citra sosial, dan software programnya adalah media opinion making , yang perekayasaannya canggih sedemikian rupa-maka duaratus juta rakyat suatu negeri bisa puluhan tahun tertipu olehnya.

kemudian kita ribut dan bunuh-bunuhan. dan tetap memelihara kebodohan untuk tidak belajar dari kebodohan.

http://globalwarming.blogs.friendster.com/look_what_weve_done_globa/2007/12/manusiadata_pem.html

portraits of people both before and – crucially – after death.

2 August, 2008

a series of photographs by a german photographer, walter schels, and his partner, beate lakotta. the subject matter was death: they were portraits of people both before and – crucially – after death.

Clavey

before death

Clavey2

after death

me 22 years ago

2 August, 2008
me and mba

me and macbook air 22 years ago

go to this cool site ( http://labs.wanokoto.jp/olds ) and hoolaa.. you will feel comeback to 1960s. it’s like time machine. awesome. somebody please let me know the algorithm?


happen again

2 August, 2008

kejadiannya hanya beberapa menit yang lalu. saya habis berkunjung ke bagian pajak untuk menginstall aplikasi. dan terjadilah sebuah dialog antar dua manusia:

ibu yang saya lupa namanya: „ini sapa?“ (si ibu bertanya ke teman saya)
teman saya: „ini dari sisfotel bu“ (sisfotel adalah departemen saya)
ibu yang saya lupa namanya: „oh, saya kira anak karyawan“
saya dan teman saya = “ :lol: